APA TANI SUKAJAYA


BOGOR, 23 JANUARI 2020

Saya santana, saya adalah lulusan fakultas teknik informatika dari universitas Pamulang(UNPAM)
setelah lulus dan bekerja di suatu perusaahaan keluarga di tangerang selatan, saya sudah menjadi pekerja setelah lulus SMK Darunnajah-cipining dibogor, keinginan saya dalam merubah masa depan saya memjadi motivasi kuat saya dalam mencari rizki, saya telah lama ikut dengan keluarga Prof Husni rahiem seorang guru besar di Universitas Islam Negeri Jakarta(UIN), dan telah banyak mendapatkan pengalaman dari pekerjaan yang saya lakukan, saya banyak belajar untuk menyelesaikan suatu masalah yang sulit diselesaikan bahkan yang sulit atau tidak pernah saya temui sebelumnya. tekad kuat dalam belajar serta anugrah tuhan yang diberikan kepada saya membuat saya begitu menikmati semua keadaan yang ada.

SUKAJAYA, 1 JANUARI 2020
bencana banjir dan longsor yang terjadi di kecamatan sukajaya sangat luar biasa parah, seumur hidup saya yang sudah 26 tahun ini baru pertama kali saya mengalami melihat secara langsung dahsyatnya kuasa tuhan itu, hanya dalam waktu 12 jam hujan lebat yang turun disukajaya telah mengakibatkan kerusakan yang sangat luar biasa, bencana memang sesuatu yang tidak bisa kita hindari, selama 11 hari saya dan warga sukajaya terisolir dan tidak dapat melakukan hal lain selain berdoa kepada tuhan agar segera ada pertolongan.

SUKAJAYA 13 JANUARI 2020
Setelah 13 hari akhirnya saya bisa keluar dari sukajaya walaupun keadaan masih sangat memperihatinkan namun, saya harus keluar dan meninggaklan sukajaya karena ada adik-adik saya yang sedang menghadapi ujian Universitas dan PKL di SMAnya, akhirnya walau dengan hati berat saya meninggalkan sukajaya untuk beberapa hari, saya melihat relawan dan pertolongan yang datang begitu luar biasa untuk warga kecamatan sukajaya, saya sangat berterima kasih.

CISARUA-SUKAJAYA, 23 JANUARI 2020
pekerjaan yang saya kerjakan saat ini alhamdulillah sudah lebih dari cukup untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan adik-adik saya, namun karena bencana yang terjadi pada awal tahun di SUKAJAYA, dan tidak adanya lapangan pekerjaan didesa saya dan didesa lainya di kecamatan sukajaya, saya berfikir keras apa yang harus saya lakukan untuk melangkah lebih cepat dan berproses lebih cepat, ingin hati untuk berbuat lebih banyak, ingin membuat usaha namun terkendala modal serta perputaran ekonomi di desa itu begitu lambat saya mengurungkan niat saya tersebut, setelah berfikir terus menerus, esok hari saya mendapatkan saran dari teman ayah saya, bagaimana kalau Bertani? saya termenung apakah mungkin? ayah saya dahulu kala adalah petani Cabai yang masyhur sebelum orang lain menanam cabai ayah saya sudah menjadi pelopor saat itu sehingga banyak yang mengikuti beliau untuk bersama-sama menanam cabai, seiring berjalannya waktu akhirnya pertanian itupun ditinggalkan, dari masukan teman ayah itu saya seperti mendapatkan pencerahan yang lebih cerah, kemudian saya bertanya kepada ayah bagaimana pak? butuh modal berapa?
ayah adalah orang yang sederhana beliau menjawab untuk menanam cabai itu kita tidak mesti melihat orang lain yang menggunakan modal yang besar tanam saja 1000 pohon dulu untuk permulaan.
dari 1000 pohon itu insyaalloh modal dan keuntungaannya bisa digunakan untuk memperbanyak tanaman cabainya, untuk modal 1000 pohon itu siapkan saja modal 5-6 juta, saya berfikir lagi darimana saya mendapatkan uang sebesar itu dalam waktu dekat, namun ayah saya bilang tidak mesti sekaligus siapkan saja dulu untuk pembukaan lahan dan bibit dulu nanti sambil berjalan terus ditambahkan modalnya, dari pembicaraan sore itu saya bertekad untuk kembali menghidupkan pertanian di desa saya, sehingga tercetuslah APA TANI SUKAJAYA sebagai wadah saya berbagi keseharian saya dalam merintis pertanian ini.

APA TANI SUKAJAYA
Filosofinya apa tani sukajaya
apa dalam bahasa sunda artinya Ayah
apa tani sukajaya artinya ayah bertani diwilayah Sukajaya.






Komentar